Senin, 22 Agustus 2011

Zakiah Nurmala binti Maimun



Lolongan Arai saat mendendangkan When I Fall in Love seperti jeritan kumbang. Setelah mengintip dari jendela, Nurmala berbalik. Kemudian dari dalam rumahnya samar-samar terdengar orchestra. Puluhan biola dan cello mengalunkan sebuah intro dengan halus dan harmonis, lalu masuklah vocal Nat King Cole yang megah dan menggetarkan. When I fall in love// It will be forever// In the restless day like this is/ love is ended before it’s begun…
Suara Arai tetap melolong. Dan itu dilawan oleh Nurmala dengan menaikkan volume gramophone-nya. “Ini adalah pembunuhan karakter paling sadis yang pernah kusaksikan,” Ikal (Sang Pemimpi).

Zakiah Nurmala
Di sini! Disaksikan pusara Jim Morrison, kukatakan padamu!
Rampas jiwaku!
Curi masa depanku!
Jarah harga diriku!
Rampok semua milikku!
Sita!
Sita semuanya!
Mengapa kau masih tak mau mencintaiku!!!Muhammad Arai Ichsanul Muhidin - Edensor

“Nurmala adalah tembok yang kukuh Kal... , “kilahnya diplomatis..
“Dan usahaku ibarat melemparkan lumpur ke tembok itu,
“sambungnya optimis..
“Kau sangka tembok itu akan roboh dengan lemparan lumpur?",tanyanya retoris..
“Tidak akan! Tapi lumpur itu akan memb ekas di sana, apa pun yang kulakukan, walaupun ditolaknya mentah-mentah, akan mem bekas di hatinya, “kesimpulannya filosofis.
Percakapan Arai - Ikal Sang Pemimpi


Pada malam ulang tahun Zakiah, Arai menelepon dari Prancis dengan kartu telepon internasional yang didapat dengan susah payah. Hanya sekedar mengucapkan selamat ulang tahun. Malang baginya, Indonesia masih jam dua pagi ketika ia menelepon. Bukan ucapan terima kasih yang ia dapatkan, malah dampratan keras dari Zakiah. Hebatnya, Arai masih bisa berkata, “Ikal, Zakiah masih mencintaiku!”
Muhammad Arai Ichsanul Muhidin, Edensor


Jika kau berjumpa dengan Zakiah, tak perlulah banyak kata, Boi, tak perlu banyak lagak, tak perlu bawa bunga segala. Cukup kautunjukkan raut muka bahwa kau bersedia menyuapinya nanti jika ia sakit, bersedia menggendongnya ke kamar mandi jika ia sudah renta tak mampu berjalan. Bahwa, kau, dengan segenap hatimu, bersedia mengatakan di depannya betapa jelitanya ia, meski wajahnya sudah keriput seperti jeruk purut, dan kau bersedia tetap berada di situ, tak ke mana-mana, di sampingnya selalu, selama empat puluh tahun sekalipun…..Bang Zaitun - Maryamah Karpov

Setelah 16 mei, Arai menikah dengan belahan jiwanya yang sejak dulu membencinya. Zakiah Nurmala. Dan dibacakan nya Al-Qur'an oleh dia sendiri di malam dia mengucap ijab dan qobul atas diri Zakiah Nurmala binti maimum.

Mungkin memang, saya harus berjuang sekali lagi, sekali lagi untuk zakiah nurmala :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar