Minggu, 12 Desember 2010

53 tahun Pertamina di Mata Seorang Mahasiswa




Pertamina merupakan perusahaan yang bergerak di sektor migas terbesar di Indonesia (sedikit dibumbui subjektifitas penulis),tapi banyak alesan mengapa penulis berani mengatakan hal tersebut.

1. Pertamina, dibawah anak perusahaannya, PT. Pertamina EP, merupakan penghasil minyak dan Gas terbesar di Indonesia di urutan kedua. Bahkan dengan rencana mengambil blok sungai mahakam milik salah satu perusahaan terkenal dari perancis dan mencaplok salah satu perusahaan migas milik Arifin Panigoro, Pertamina diprediksi bisa mengambil alih posisi 1 sebagai penghasil minyak menggantikan perusahaan minyak amrik berlogo perisai itu. dan menggantikan perancis sebagai penghasil gas terbesar di Indonesia.

2. Hampir semua SPBU di Indonesia dimonopoli oleh Pertamina, walau dikota kota besar seperti Bandung dan Jakarta kita temui beberapa perusahaan asing yang membuka stasiun SPBU di disana.
3. Pertamina berani melakukan berbagai macam breakthrough seperti salah anak perusahaan Pertamina, Pertamina Hulu Energy (PHE), mengakuisisi seluruh aset offshore yang ada di ONWJ (Offshore North West Java), bukan hanya peralatannya, namun semua sumber dayanya diambil untuk diserap ilmunya. sehingga Pertamina berani melakukan terobosan menggandeng beberapa perusahaan asing untuk melakukan pemboran laut dalam di selat mandar.

Dan masih banyak lagi alesan mengapa penulis berani mengatakan, saat ini baru Pertamina yang dikatakan sebagai perusahaan minyak terbesar di Indonesia saat ini.

Hmm..sudah 53 tahun Pertamina berdiri dan berkedudukan sebagai national oil company (NOC) serta sudah 53 tahun pula menjadi lokomotif perkembangan bangsa.

jatuh bangun perusahaan ini berdiri, yang awalnya menjadi lembaga BUMN yang super power di masa rezim Ibnu Sutowo (Direktur Pertama Pertamina) yang begitu hebatnya menjadikan Pertamina sebagai perusahaan yang merajai bisnis perminyakan di bumi Majapahit ini sekaligus menjadi perusahaan paling kotor pula dimasanya, sampai sampai pria ini dikenal dengan istilah dewa zeus karena kekuasaannya yang hebat, bahkan setingkat menteri di masanya.

Penulis pernah melakukan pembicaraan dengan petinggi BPMigas, Bp. Gerhard Rumeser mengenai sejarah Pertamina ini. Pertamina merupakan perusahaan didikan Belanda, dalam arti kata sejarah berdirinya Pertamina saat itu tidak bisa lepas dari keberadaan salah satu Seven sister besar dunia, yaitu, "Royal Dutch Shell", saat itu, Pertamina merupakan perusahaan yang ama t leader di masa awal pendiriannya.
dari segi technology, pengalaman, dan pengetahuan di bidang perminyakan, bahkan bisa dikata, perusahaan negara tetangga kita pun belum ada baunya.

Namun, kejelekan dari saat itu, mereka terlalu angkuh dalam perkembangan ilmunya, tidak mau meng upgrade atas semua ilmu yang mereka miliki, padahal perusahaan lain berlari mengejar ketertinggalan dari pertamina. Bisa dikatakan bahwa perushaan ini jalan ditempat, perusahaan lain lari.

Seiring berkembangnya jaman, saat ini Pertamina bermetamorfosa menjadi sebuah perusahaan yang besar, mempunyai visi sebagai world class company, selalu meningkatkan semua apa yang selama ini mereka miliki, baik dari segi pengetahuan, pengalaman, dan teknologi. bahkan pertamina tidak segan segan belajar dari perusahaan lain untuk menjadi perusahaan besar dan impian menjadi the new seven sister seperti tulisan saya sebelumnya dapat terwujud. :)

Jujur, dulu banyak orang menganggap remeh pertamina, tapi saat ini, banyak orang memeberikan apresiasi tinggi untuk pertamina, baik orang yang mengerti dunia perminyakan, ataupun yang tidak.

Pertamina selalu meningkatkan performanya seperti dalam slogannya "Pertamina On the Move", memperbaiki semua cara kerjanya bahkan dari hal kecil sekalipun di SPBU.

Pertamina melalui anak Perusahaanya yakni Pertamina Geothermal Energy juga berperan aktif dalam pengembangan energy alternatif dunia. Pertamina tidak mau ketinggalan dalam meningkatkan peran Indonesia sebagai penghasil 40% cadangan panas bumi dunia. Pertamina Geothermal Energy menjadi leader dalam industri geothermal di Indonesia.

Sekali lagi selamat ulang tahun Pertamina, semoga Visimu menjadi World Class Company di tahun 2014 nanti dapat terwujud.

Salam
Muhammad Afif Ikhsani

Senin, 22 November 2010

The Using of Formation Evaluation Data for Preparing Development Drilling in Sandstone Reservoir

Judul diatas merupakan judul dari komprehensif yang saat ini sedang disusun oleh penulis, komprehensif merupakan sistem di UPN "Veteran" Yogyakarta jurusan Teknik Perminyakan, sebelum mahasiswa menempuh Tugas akhir, mahasiswa diharuskan menyusun komprehensif untuk mereview ulang semua materi pelajaran yang pernah diajarkan di kampus.

Dan disini, saya memilih judul ini sebagai bahan komprehensif yang akan saya bawakan nantinya di depan dosen pembimbing dan rekan-rekan semua di TM UPN.

Secara ilmiah dapat dilihat bahwa kandungan Hidrokarbon yang terendapkan di lingkungan darat dan lingkungan laut merupakan penghasil minyak dan gas bumi yang cukup potensial di Indonesia. Kandungan ini dapat ditemukan melalui informasi dan data geologi bawah permukaan.

Data tersebut akan lebih detail bila dilengkapi dengan data penilaian formasi. Data data penilaian formasi tersebut dapat berupa hasil data core, log, analisa fluida formasi, dan well test.

Drilling log merupakan suatu teknik pencatatan data yang teridiri dari metode driller’s log, mud log, dan analisa cutting. Pada prinsipnya driller’s log merupakan suatu catatan tentang sumur yang harus dibuat oleh drilller secara kronologis terhadap kedalaman lubang bor, terutama mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan proses pengeboran minyak atau gas.
Dengan Driller’s log ini dapat digunakan sebagai data dasar untuk perencanaan pemboran berikutnya. Mud log merupakan penyelidikan secara kontinyu untuk menentukan adanya kandungan minyak atau gas berdasarkan hasil sirkulasi saat pemboran berlangsung. Dari hasil sirkulasi lumpur pemboran tersebut kita akan dapat menentukan minyak menggunakan prinsip fluroensi bila disinari sinar ultra violet. Gas juga bisa dihitung melalui gas cromatograf setelah gas dipisahkan melalui gas agitator. Dan terakhir, analisa cutting dapat dilakukan untuk menentukan tanda tanda adanya minyak atau gas dan juga diskripsi lithologi batuan. Analisa cutting dilakukan tiap interval kedalaman tertentu. Dari analisa cutting ini dibuat korelasi antara hasil diskripsi sampel dengan kedalaman.

Metode logging pada dasarnya adalah suatu operasi yang bertujuan untuk mendapatkan sifat-sifat fisik batuan reservoir sebagai fungsi kedalaman lubang bor yang dinyatakan dalam bentuk grafik. Operasi ini menggunakan suatu instrument khusus (sonde) yang diturunkan kedalam lubang bor menggunakan kabel (wire line) pada saat lubang bor terisi fluida pemboran.
Tujuan logging adalah menentukan besaran-besaran fisik dari batuan reservoir yang didasarkan pada sifat fisik batuan reservoir itu sendiri. Di dalam pemilihan kombinasi logging, log dibagi menjadi Lithologi tool, resistivity tool, dan porosity tool.

Yang dimaksud dengan dengan coring adalah suatu operasi pengambilan contoh batuan formasi (core) dengan menggunakan peralatan khusus. Operasi ini dapat dilakukan pada saat pemboran berlangsung maupun setelah pemboran selesai. Hal inilah yang kemudian membedakan operasi pengambilan core menjadi dua, yakni Bottom Hole Coring dan Side Wall Coring. Dari analisa core ini, kita akan mendapatkan parameter parameter dari sifat fisik batuan, seperti porositas, permeabilitas, saturasi, dan tekanan kapiler.


Well test yang biasanya dilakukan pada saat pemboran eksplorasi adalah DST (drill stem test). DST merupakan suatu metode well test dengan menggunakan gauge/EMR (Electric Memory Recording) dan drill pipe sebagai penghantarnya. Pada kegiatan DST dapat diperoleh harga parameter-parameter seperti laju alir (q) dan tekanan saat sumur mengalir (Pwf). Dari data parameter tersebut maka komplesi sumur dapat didesign. Setelah komplesi sumur selesai maka dapat dilakukan PBU (pressure build up) test. PBU test merupakan well test yang menggunakan prinsip pressure build up dengan cara menutup sumur. Dari PBU test dapat diperoleh parameter-parameter seperti tekanan reservoir saat statik (Ps), permeabilitas formasi (k), dan luas daerah pengurasan (ri).

Semua informasi yang didapat pada dasarnya adalah untuk menentukan adanya hidrokarbon pada suatu formasi, dengan kata lain memastikan ada atau tidaknya lapisan produktif di suatu formasi. Dari semua data yang sudah didapatkan dari pemboran eksplorasi dan pemboran deliniasi tersebut, kita dapat mengolahnya dan menggunakannya sebagai langkah awal kegiatan pengembangan lapangan dengan pemboran pengembangan.

Pemboran adalah suatu kegiatan atau pekerjaan membuat lubang dengan diameter dan kedalaman yang sudah ditentukan. Dalam pembuatan lubang untuk mencapai kedalaman tertentu tersebut, yang harus diperhatikan adalah mempertahankan ukuran diameter lubang. Dalam perencanaannya, suatu proses pemboran dibagi menjadi 4 tahap, antara lain :
• PEMBORAN EKSPLORASI
Pemboran sumur-sumur yang dilakukan untuk membuktikan ada tidaknya hidrokarbon serta untuk mendapatkan data-data bawah permukaan sebanyak mungkin.
• PEMBORAN DELINIASI
Pemboran sumur-sumur yang bertujuan untuk mencari batas-batas penyebaran migas pada lapisan penghasilnya.
• PEMBORAN PENGEMBANGAN
Pemboran sumur yang akan difungsikan sebagai sumur-sumur produksi.
• PEMBORAN SUMUR-SUMUR SISIPAN (INFILL)
Pemboran sumur-sumur yang letaknya diantara sumur-sumur yang telah ada, dengan tujuan untuk mengambil hidrokarbon dari area yang tidak terambil oleh sumur-sumur yang sebelumnya telah ada.

Kegiatan pengembangan lapangan dalam hal ini perencanaan penyebaran sumur pengembangan, dilakukan apabila evaluasi data yang diperoleh dari pemboran deliniasi menunjukkan bahwa akumulasi hidrokarbon yang ditemukan cukup prospek untuk diproduksikan.
Perencanaan letak dan jumlah sumur-sumur pengembangan dilakukan dengan tujuan untuk mengoptimalkan jumlah hidrokarbon yang dapat diproduksikan kepermukaan dengan jumlah sumur seminimal mungkin. Perencanaan letak sumur-sumur pengembangan harus memperhatikan jarak antar sumur, jenis reservoir, sifat fisik batuan dan kondisi fluida reservoir agar dapat memproduksikan cadangan hidrokarbon secara maksimal dan ekonomis, dimana semakin sedikit sumur produksi maka semakin kecil biaya yang dikeluarkan.

Kamis, 04 November 2010

Pertamina For Being The New Seven Sister? Impossible is Nothing dude..



Ada yang pernah denger apa itu seven sister? Atau malah ga tau, apa itu seven sister?

hmm.. Bagi rekans semuanya yang mau bekerja di Petroleum Industry, terutama rekans penulis sendiri yang belajar di Petroleum Engineering Department, harusnya mengerti apa itu seven sister? Bagaimana sejarahnya? Dan sekarang siapa saja calon The New Seven sister?

Menurut sejarahnya, The Seven Sister dari Industri Perminyakan dikenalkan pertamakali oleh pengusaha asal Italia, Enrico Mattei.

Enrico merujuk kepada 7 Perusahaan Minyak yang mendominasi Produksi, Pengolahan dan Distribusi Minyak pada pertengahan Abad 20.

Ke-tujuh Perusahaan Minyak tersebut terdiri dari 3 perusahaan Minyak yang merupakan pecahan dari Perusahaan Standard Oil, dan 4 perusahaan Minyak Utama lainnya.

Dengan menguasai produksi, pengolahan dan distribusi minyak mentah, ke-tujuh perusahaan tersebut sangat berhasil meraup untung yang besar ketika terjadinya peningkatan konsumi minyak dunia.

Barulah, ketika dunia Arab mulai mengambil alih kontrol, terutamanya melalui OPEC, maka pada dimulai pada awal 1960 dan akhirnya benar-benar menguasai pada tahun 1970, maka akhirnya pamor Seven Sister pun mulai menurun.

The Seven Sister Oil Company tersebut adalah:

1. Standard Oil of New Jersey (ESSO), yang kemudian merger dengan MOBIL menjadi EXXONMOBIL
2. Royal Ducth Shell
3. British Anglo-Persian Oil Company (APOC), yang kemudian menjadi BP, lalu BP AMOCO, tapi dikenal lebih sebagai BP
4. Standard Oil of New York (SOCONI), ini kemudian menjadi MOBIL, lalu menjadi EXXONMOBIL
5. Standard Oil of California, kemudian menjadi CHEVRON, dan gabung dnegan Texaco menjadi CHEVRONTEXACO.
6. GULF OIL
7. TEXACO

Seiring dengan mergernya beberapa perusahaan tersebut, akhirnya pada tahun 2005 yang tinggal bertahan dari “The Seven Sister” adalah:

1. ExxonMobil
2. Chevron
3. Shell
4. BP




Iya, mereka itulah The Seven Sister in Oil and Gas Industry yang terkenal.

Dan pada tanggal 11 Maret 2007, koran Financial Times menyebutkan bahwa saat ini telah lahir apa yang disebut dengan “The New Seven Sister”, yaitu:

1. SAUDI ARAMCO, SAUDI ARABIA
2. GAZPROM, RUSSIA
3. CNPC, CHINA
4. NIOC, IRAN
5. PDVSA, VENEZUELA
6. PETROBRAS, BRAZIL
7. PETRONAS, MALAYSIA

Amat sangat miris melihat salah satu perusahaan yang ditulis disitu dulunya belajar banyak dari kita, sekarang menjadi salah satu the new seven sisters, benar benar istilah guru kencing berdiri dan murid kencing pun bisa sambil berlari.

Kembali ke topic, Disini saya akan mencoba untuk menulis berdasar kaca mata saya sebagai seorang mahasiswa teknik perminyakan dan sebagai warga bangsa Indonesia.

Pertamina merupakan perusahaan yang besar di Indonesia, dulu sebelum bpmigas berjalan sebagai police government di Oil and Gas, Pertamina adalah raja di Industri Perminyakan di Indonesia, monopoli dimana mana dan banyak kekurangan disana sini.

Saat ini, dengan mengusung tema sebagai "World Class Company", Pertamina berusaha menunjukkan komitmennya untuk dapat bersaing dengan KKKS lain yang ada di Indonesia, mulai mencoba meng akuisisi beberapa lapangan lapangan yang sebelumnya di kuasai oleh KKKS dan mencoba men-develop-nya agar jauh lebih baik.

Pertamina merencanakan mengakuisisi lapangan minyak di beberapa negara seperti Irak, Libya, dan Angola untuk meluaskan jaringannya melalui Pertamina Hulu Energy (PHE), Pertamina juga mengakuisisi beberapa lapangan yang ada di Indonesia seperti PHE ONWJ yang dulunya merupakan lapangan BP ONWJ. Pertamina juga mengakuisisi saham PT Medco Energi Internasional Tbk, lewat pembelian sebagian saham Encore Energy Pte Ltd (EEPL) yang dimiliki oleh Encore International Ltd (EIL), dan masih banyak lagi.

Bahkan, menurut rencana, mengenai penghapusan sistem kontrak JOB, yang itu menurut penulis, juga bisa dijadikan sebagai acuan nantinya, apabila PHE ingin mengambil penuh semua lapangan JOB yang ada di Indonesia, yang kira kira kalau didata ada sekitar 35 an lapangan berstatus JOB.

Ada beberapa anggapan, bahwa tidak bijaksana apabila Pertamina hanya mampu mengakuisisi perusahaan yang sudah ada, kalo ingin menjadi Perusahaan Besar, Pertamina harus berani memulai sesuatu dari nol, harus mencoba berani memulai eksplorasi dari awal lagi. tapi, itu hanya pendapat, tinggal bagaimana kita menyikapinya.

Menurut penulis sendiri, Pertamina melakukan akuisisi tidak sembarang akuisisi, pernah penulis berdisuksi dengan salah satu VP bpmigas, salah satu alasan dari akusisi akuisisi itu, yang mereka kejar bukan hanya lapangannya,
tapi Sumber daya manusianya.
Pertamina butuh banyak penyegaran di sektor SDA, contohnya dalam akuisisi PHE ONWJ, mereka tidak hanya ambil alih lapangan akan tetapi mengambil semua aset beserta employee nya. nantinya, setelah mendapatkan SDA yang handal, baru berani memulai lagi nol seperti yang dibiccarakan, istilahnya, mengasah kampak dulu baru motong pohon.
saya kira itu tujuan utama Pertamina. Kembali lagi ini masalah subjektifitas personal terhadap suatu permasalahan.

Yaah, apabila itu semua berhasil dilakukan, mimpi Pertamina untuk menjadi salah satu World Class Company, bahkan the new seven sister dan mengalahkan perusahaan tetangga rumah bakal tercapai. Amin.


Muhammad Afif Ikhsani

Kamis, 21 Oktober 2010

Its about dreams, wishes, and hopes...

Kamis, 21 Agustus 2010 12.32 A.M.

Mau nulis tentang judul yang ada di blog hari ini,
blom bisa tidur, masih ngadep laptop, dengan pesbuk dan twitter yang tetap onlen, di istilahin parkir ini, melihat data data yang berupa angka dan begitu menjemukkan, paper kudu diselesein dulu lah, walo masih 70%, soale ntar malem kudu berangkat ke ibu kota buat nyariin duit OGIP UPN 2011, kalo yang belum tau, ne ntar TM UPN bakal ngadain Oil and Gas Intellectual Parade 2011 di bulan Maret 2011 besok, rangkaian acara dari bulan Desember 2010 ampe akhirnya Maret 2011.
Nanti lah, ane bakal kasih satu halaman khusus di Blog ane buat promosiin OGIP 2011. :D

Oke, kembali ke topic,
Dulu waktu pertama masuk TM, ane pernah mikir, mau ngapain ane masuk di tempat ini, bingung.
Terus dan terus bingung, ampe suatu ketika nemuin beberapa tokoh fiktif maupun non fiktif di buku yang ane baca, atau di film yang pernah ane tonton.

kayak gene neh quotes yang paling ane demenin, yang sesuai ama judul blog kali ini:

kalo ga punya mimpi dan harapan, orang orang seperti kita ini akan mati boi-Arai di Sang Pemimpi-Both from the book and the movie

Manjadda wa jadda-Alif Fikri-Negeri 5 menara

Karena yang membatasi kita atas dan bawah hanyalah tanah dan langit.-Alif Fikri-Negeri 5 menara

Orang boleh menodong senapan, tapi kalian punya pilihan, untuk takut atau tetap tegar-Alif Fikri-Negeri 5 Menara

Langit adalah kitab yang terbentang-Weh-Edensor

Bermimpilah, karena tuhan akan memeluk mimpi mimpimu-Arai-Sang Pemimpi

Farhanitrate and Prerajulisation-Ranchodas Chanchad-3 idiots

Sekolah tidak perlu membayar, hanya perlu seragam, sekolahlah dimanapun engkau mau-Ranchodas Chanchad-3idiots

lajahi Afrika yang eksotis dan Eropa yang megah, hingga bermuara ke altar suci Universitas Sorbonne Paris, Perancis.-Pak Balia-Sang Pemimpi

Memang itu hanya dari sedikit buku dan film yang ane baca, tapi cukup lah buat ngegambarin apa yang jadi judul blog ane malam ini,

Manusia dilahirkan untuk bermimpi, bahkan bokap ane pun dulu juga sering bermimpi buat bisa sekolah, walau beliau dari keluarga yang ga punya dan mungkin, kalo ga punya mimpi, detik ini, beliau masih akan memegang cangkul dan pergi ke sawah di setiap paginya. Dan mungkin, detik ini, aku ga bakal segemuk ini dan bakal megang cangkul juga buat ngurus sawah nerusin pekerjaan beliau --a

Jujur, bokap ane adalah Ayah nomer satu di seluruh dunia, bahkan dia rela berjalan puluhan Kilometer hanya demi mendaftar salah satu SMA Islam di Kota solo, hanya karena semangat, beliau sampe rela jalan kaki dari rumah eyang di daerah Nogosari, sampai di daerah Ps. Kembang Solo. Bayangkan, berapa jauhnya jarak itu, itu semua beliau lakukan hanya demi semangat beliau untuk mengubah nasib keluarganya.
Mengubah nasib untuk tidak menjadi seorang petani, dia ingin sekolah, dia ingin menjadi orang berpendidikan yang tau bagaimana cara mendidik anaknya yang tepat. (walau anaknya jadi anak nakal sekarang..zzzzzz...--a)

Jujur, ane masih kalah kalo dibandingin perjuangan bokap buat ngejar cita citanya.

Malu ane sebenere klo mau nantangin bokap buat bandingin sapa yang paling keras usahanya buat realisasi mimpi.

Yaaah, itulah namanya manejemen mimipi, bukan hanya manajemen reservoir seperti yang sedang ane kerjaan saat ini, kita kudu pinter memanage mimpi kita.
Ane masih belajar di tempat ini, masih buta akan peta persebaran tenaga kerja terutama di oil and Gas industry.
Penuh mati matian, bakal berusaha buat ga kalah dari bokap ane, ane yakin, doa yang pernah nyokap ane bacain di wukuf saat beliau haji, buat keliling dunia, seperti pak Balia ajarin buat arai dan ikal, bakal kesampaian buat ane, emang sih itu susah, tapi kenapa musti takut?

bahkan Lionel Messi ama mas David Beckham pun ngomong, "Impossible is nothing",
ga ada yang ga mingkin kok di dunia, walau pun hanya seorang pesakitan SPMB kayak ane ini. hahahahaha...(dibahas lagi)

Ga malu aku kalo dikatain anak swasta, bahkan di profil pesbuk ane, ane aja nulis, ane mahasiswa swasta, tapi kualitas international. Hahahaha...

ane yakin, amat yakin, kalo kita mau berusaha pasti semua bakal dikabulkan kok. Pesimistik merupakan sikap sombong, karena sama saja mendahului nasib, makanya yakin sajalah.

Buat temen temen yang kuliah di TM UPN, tetep semangat dalam ngejar cita cita,yang mau diwisuda, selamat ya maas mass, maaf besok ga bisa dateng wisudaan :)

jangan takut buat punya keinginan buat dapet duit (bukan cari kerja tapi cari duit, nanti dimarahin pak topan) dari Multi national Oil company sekalipun dan pergi keliling dunia seperti kepinginan ane,
jangan takut dicap sebagai anak kelas dua, kita nomer satu! kayak mars perminyakan lah!
jangan takut pernah dikatain jelek sama orang.
jangan takut walau ada yang ngatain kita water engineer (aku merasa didzolimi...hahaha..)
jangan takut untuk bermimpi!

bahkan dosen sekelas Ir. Y. Lela Widagda, MT pun pernah ngomong, kita butuh Jurusan Mimpiologi , buat kita kita ini biar ga takut buat mimpi!! :)

Jumat, 15 Oktober 2010

I am an engineer and i am an actor

again i will discuss about my new life, my life as a rookie in Petroleum Engineer.

Di cerita sebelumnya (kayak sinetron aje, bener kata pacar kalo ane korban sinetron), i have discussed that i never known what type of department, Petroleum Engineer is it?

Ada di dimensi mana tuh jurusan, ada di galaksi mana jurusan itu ampe ane mikir, sapa sih sebenere orang yang mau maunya ngrencanain buat Jurusan teknik perminyakan ini bisa diperbincangkan dan harus di diskusikan secara ilmiah dan komprehensif??
(bener bener malesin banget dah belajar kek ginian, mending jurusan pangan biar bisa kerja kayak mas bondan, mak nyuuusss)

kembali ke pembicaraan,

dulunya waktu SMA, ane aktif di teater, sering ikut pementasan juga, dan ane percaya, hal ini bagi sebagian rekanku di Jurusan ini merupakan hal yang aneh. (ane aja dulu sebelum aktif menganggap teater itu tempate anak2 cewek-tapi bukan berarti ane bences boo'). Ga tau ngapa, gw malah menikmati peran gw disini, peran gw yang kudu memerankan sosok lain, belajar untuk bisa menjadi orang lain, belajar untuk menempatkan posisi gw sebagai orang lain. (sumpah ga penting, tapi jujur sekarang ini ane baru ngerti kalo kita nanti menjadi seorang sales engineer di services company, i believe this tips are beneficial)

Makanya gara gara semua itu, ane sempet punya pikiran buat masuk di ISI aja buat ambil jurusan Teater, tapi kalo itu terjadi, bisa bisa digantung ama nyokap ane. zzzzz..-,-

Di tulisan sebelumnya, ane ngomong, kalo dulu waktu kelas 3 SMA, gw ngomong ga bakalan masuk teknik, dan secara kebeltulan, keadaan merubah arah haluan kapalku dan aku malah masuk teknik.

kalo kata Raditya Dika di Bukunya #MMJ yang nyritain kisah ketemuannya sama si sherroo, inilah yang disebut "cosmological coincident", inilah suatu kebetulan yang tidak kita rencanakan.

Dulu saya masuk teater juga tidak saya rencanakan, saya tiba2 aja dipaksa masuk dan saya berprestasi disana, saya secara tidak terencanakan masuk Jurusan Teknik Perminyakan gara gara menjadi pesakitan SPMB dan disini saya menemukan banyak manfaat.

hal ini membuktikan tidak semua yang kita harapkan itu adalah jalan yang terbaik buat kita (sok betul ane), ga semua yang kita inginkan itu terkabul, dan sapa tau pergantian dari apa yang kita harapkan dari yang tak terkabulkan sebelumnya itu, malah jadi sesuatu yang indah buat kita.

Percaya aja, kalo kita mau berusaha, pasti semua akan dikabulin, jangan takut untuk mimpi cuy, kita dilahirin untuk bermimpi.
malah kata salah satu dosenku produksi di sini, di teknik perminyakan, harusnya ada yang namanya jurusan mimpiologi , dengan itu, kita tau arah mana yang harus kita tempuh untuk meraih semua itu. :)

kalo kata arai di film sang pemimpi, "kalo orang orang seperti ga punya mimpi, orang orang seperti kita akan mati boy"-andrea hirata.

yaaah, emang sih ini ga penting, tapi aku bangga kalo aku memang pernah menjadi seorang aktor dan nantinya akan menjadi seorang enfineer. ;)

Kamis, 14 Oktober 2010

Don't Tell Mom I Work on the Rigs: She Thinks I'm a Piano Player in a Whorehouse

Ketika baca quote ini, gw cuma bisa tercengang, ama mikir, "Anjiss, masak kerja di rig drilling disamain ama kerja jadi pianist di rumah bordir?"
bener bener parah.

Tapi quote ini gw dapetin waktu silaturahim ke salah satu senior gw yang kerja sebagai Mud Engineer di Thailand, dia crita ada seorang crew nya itu baca buku karangan Paul Carter yang judulnya sama dengan judul blog yang gw tulis hari ini.

Paul Carter menulis semua pengalamnnya ketika bekerja diatas rig floor, mencoba mengadu nyawanya melawan kerasnya suatu pekerjaan pemboran, bahkan saking keras dan kotornya pekerjaan itu, dia tidak sanggup menceritakan tentang pekerjaannya itu di depan ibunya sendiri. Bahkan lebih memilih mengatakan dia bekerja sebagai pianist di rumah bordir daripada ibunya tau setiap hari anaknya bersenggama dengan maut di rig floor.

hmm, jadi teringat pengalaman gw sebelum masuk di jurusan ini, saat gw ngomong ke nyokap kalo gw mau masuk di Jurusan Teknik Perminyakan, pikiran nyokap cuma satu, "Anaknya bakal jualan bensin".

Wajar sih kalo nyokap ngomong gitu, kosakata teknik perminyakan bisa dianggap baru di lingkungan telinga keluarga kami, bahkan semua masyarakat di lingkungan tempat aku tinggal. Sampai mereka tega ngatain gw bakal jualan bensin. (-.-"

Ada peristiwa yang menarik, sekitar bulan April 2010 kemaren, Alhamdulilah penulis dapat kesempatan untuk melaksanakan On Job Training di salah satu perusahaan migas multi national yang ada di Papua, di kepala burung.

Sungguh pengalaman yang tak terbayangkan bisa sampai ke tempat se indah itu.

Sebelum gw berangkat kesono, ke tuh tanah timur Indonesia, gw dipanggil ma nyokap,
gw cuma mikir, tumben tumbenan ini dipanggil, mau dikasih uang saku apa ya.
Eh, langsung aja nyokap ngomong "masak sih praktek jualan bensin sampai ke Papua segala?"
langsung dah gw senyum kecut depan nyokap gw. zzzzzzz...-,-

yaaah, cuma intermeso itu mah.

Disini gw cuma mau ngomongin, di Industri ini, industri perminyakan, kita akan selalu berhadapan dengan yang namanya maut. Ga main2 yang kita lawan adalah bumi, bukan sesuatu hal yang kecil, kita akan banyak bertarung melawan semua hal yang berkaitan dengan yang namanya pressure dan temperatur, sesuatu hal yang bila tidak bisa di manage dengan baik, akan sangat mudah menimbulkan ledakan dan menghancurkan tubuh kita dengan mudah.

Sapa sih yang mau kerja di tempat kotor seperti itu? Benar2 di pelosok pedalaman suatu pulau, amat jaauuuh dari kesan bersih dan rapi, jauh dari sinyal HP, jauh dari keramaian, ga ada kemacetan (pernah di tempat gw On Job Training jarak 20 KM ditempuh 10 menit gara2 ga ada kendaraan lain), ga ada supermarket, ga ada mall, ga ada bioskop, panas nya minta ampun, yang dilihat pohon dan kalo beruntung ketemu macan ato gajah, itu kalo onshore (pemboran di darat), kalo di offshore (pemboran lepas pantai) tiap hari sehari 24 jam sebulan 30 hari yang diliat cuma air dan kayake laut ama langit ga ada batas. Belum kalo ada badai kayak di pirates and caribean (lebai).

kalau semua itu dibayangin, apa kamu kamu ini mau kerja di tempat seperti itu?
belum lagi dengan lingkungan pekerjaan yang amat sangat panas, bukan cuma panas matahari yang selalu menyengat, panasnya mulut2 para pekerja yang ada di atas rig floor juga ikut memanaskan isi otak anda anda yang berniat bekerja di tempat ini.

Gw pernah denger cerita, based on true story, ada seorang atasan dari suatu services company bahkan berani memukul engineernya dengan botol sampai pecah, gara2 mereka gagal dalam melakukan suatu operasi directional drilling (pemboran miring).

Benar benar pekerjaan yang amat kotor dan berbahaya deh menurut gw.

Ditambah kita yang harus menanggung resiko jauh dari keluarga, ditempat yang amat sepi kayak gitu, jauh dari anak istri (kalo dah punya), benar2 pekerjaan yang mengerikan.

memang, ada hal lain yang dibayarkan bila kita sanggup bertahan di tempat ini, iya uang yang berlimpah.
bahkan ada seorang rekan yang juga belajari di jurusan yang sama namun di lain universitas, dia di Jakarta tepatnya. Menulis sebuah note tentang pekerjaan kita di FB. Seperti ini:

Working in the oil industry:

1. We work in weird shifts ... Like prostitutes.

2. They pay you to make the client happy ... Like prostitutes.

3. The client pays a lot of money, but your employer keeps almost every penny ... Like prostitutes.

4. You are rewarded for fulfilling the client's dreams ... Like prostitutes.

5. Your friends fall apart and you end up hanging out with people in the same profession as you ... Like prostitutes.

6. When you have to meet the client you always have to be perfectly groomed ... Like prostitutes.

7. But when you go back home it seems like you are coming back from hell ... Like prostitutes.

8. The client always wants to pay less but expects incredible things from you ... Like prostitutes.

9. When people ask you about your job, you have difficulties to explain it ... Like prostitutes.

10. Everyday when you wake up, you say: I'M NOT GOING TO SPEND THE REST OF MY LIFE DOING THIS ****"..... Like prostitutes.





The only difference is the prostitutes can take Christmas and New Year's Eve off and they actually DO make a lot of Money!!! If you know someone in the oil industry please share this email with them so they don't feel bad anymore.... Like prostitutes!!!

seperti itulah, bukan cuma kami disini yang kuliah di Jogja, yang di Jakarta juga merasakan hal yang sama.

Inilah Oil and Gas industry, emang sih gw belum kerja, belum bisa ngalamin, cuma bisanya bacot kagak bener kek gini, gw aja yang kuliah di tempat kek ginian masih gemeter ngebayangin gimana ntar gw kerja. (-_-"

Pertanyaane :"tahan ga gw kerja di tempat kek gini?"
bisa bisa gw malah kencing mulu di celana.zzz...-,-

tapi sungguh percaya ama gw, oil and gas industry adalah industri yang benar benar riskful activities, benar benar crazy activities, bahkan lebih baik bekerja di tempat seperti whorehouse yang tiap kerja ga diawasi malaikat pencabut nyawa. (horor abis dah)

Sekali lagi hidup adalah pilihan, jika anda berani memutuskan untuk bekerja ditempat seperti ini, ambil semua resiko itu, ambil hikmah didalamnya. tapi saran gw, jangan ngomong ke keluarga deh, kerasnya perjuangan kita mencari nafkah. Kasih tau yang baik baik aja. Dan semoga mereka doakan yang terbaik buat kita2 yang kerja di tempat ginian. jangan cuma tau enake aja. ;)

wajar jika seorang Paul Carter mengatakan "Don't Tell Mom I Work on the Rigs: She Thinks I'm a Piano Player in a Whorehouse"



penampakan gw didepan Blow Out Preventer di perusahaan minyak di daerah tuban(ne alat yang nge jaga biar saat drilling ga meledak, gitu dah)



penampakan gw didepan drilling rig (buat ngebor gan) itu sekitar 2500 HP (hore power), tertarik kerja di gituan??

Multiple Proppant Fracturing of Horizontal Wellbores



Overview
Throughout the early 90s, despite the introduction of horizontal well technology, production declined from BP’s Valhall field. In 1995 BP and Schlumberger introduced multiple proppant fracturing of the horizontal
wells. Since then, this technology has enabled Oil & NGL production to be increased by in excess of 50%.

Proppants are used to keep the walls of a fracture apart so that a conductive path to the wellbore is retained after hydraulic pumping has stopped. Placing the appropriate concentration and type of proppant in the fracture is critical to the success of fracturing treatments. Throughout the Valhall implementation the fracture spacing utilized has been determined by field calibrated production modeling. Optimum fracture dimensions and spacing along the horizontal wellbore are determined using an implicit reservoir simulator.

Results are used to determine economic indicators such as the Internal Rate of Return and the Net Present Value, depending on fracture spacing, fracture length, the cumulative risks and the effect of delayed production resulting from increased fracture frequency. This completion technique has proved a significant technical and economic success in the Valhall field.

However, the real success has been the synergy achieved between coiled tubing, perforation and fracturing operations that allows simultaneous operations (SIMOPS) to occur.


Technical Description

The Valhall field is an upper cretaceous, asymmetric chalk anticline that forms an overpressured, under saturated, oil reservoir located in the Norwegian North Sea. The field holds an estimated 813 MMSTB and 843 Bcf of gas. Current production reaches 87,000 BOPD from 43 wells on the main Drilling Platform (DP) and the bridge connected Wellhead Platform (WP).
The completion methodology utilized has been a developing strategy due to poor chalk stability that leads to formation influx and tubular collapse. Completion strategies have evolved from indirect, proppant fractured vertical wells, to gravel packed direct proppant fractured wells, then to horizontal blanket perforated wells. Initial productivity from the horizontal wellbores proved encouraging but by 1994 production had dropped by 20% due to high incidences of formation influx and terminal liner collapse.

Multiple proppant fractured completions were initiated in 1995 to couple the high productivity experienced from the horizontal wellbores with the longevity of the proppant fracture completions. Continued production gains have driven all
subsequent wells to be completed in this manner. In a typical 1,000 m horizontal section as many as 7 proppant fracture zones yield production rates as high as 10 - 12,000 STB/day compared to the 2 - 4,000 STB/day of earlier horizontal well completion techniques.

The first completion of this type in the field required 18 operating days to place 3 proppant fractures in a well drilled from the DP platform - an average of 6 days per zone. Subsequent development drilling was planned to take place from the WP platform. This requires a jackup rig to cantilever over the structure and drill in a 19 well slot arrangement. Exposure to such a high cost environment prompted an evolution in the way the completions are executed in order to significantly reduce both time and cost. Today each zone is completed in less than 2 days
by using specially developed techniques and tooling.
Once the liner and production tubing are set in place, all subsequent completion operations associated with the multiple fracture treatments do not require the services of a derrick and instead are performed by 23/8 inch coil tubing. The financial success of the WP development centered on making simultaneous drilling, production and completion operations a reality. The stimulation and coil tubing completion operation, which has come to be known as SIMOPS, is based on the main deck of the WP.
A total of 470 operating days have been saved from the jackup drilling rig schedule from 1996 through 1999 by performing these operations using SIMOPS.

Rabu, 13 Oktober 2010

Petrofisik 4th week: The Jackpot


Answer this following question!

1. Apa yang dinamakan reservoir? Sebutkan Petroleum system? Sebutkan komponen reservoir? Gambarkan suatu sistem reservoir lengkap beserta isinya dalam antiklin!

2. Apa yang dimaksud dengan petrofisik? Sebutkan apa saja?

3. Apa yang dimaksud dengan coring? Data Petrofisik apa saja yang bisa didapatkan dari coring? Apa bedanya routine core dan Special core? Apa yang didapat dari routine core dan special core analysis?

4. Apa yang dimaksud dengan well log? Data petrofisik apa saja yang bisa didapatkan dari well log? Sebutkan jenis log nya? Cara kerjanya?

5. Jelaskan pengertian pengertian dibawah ini!
a. Saturasi? Metode metode yang digunakan untuk mendapatkan nilai saturasi?
b. Porositas? Ada berapa jenis porositas yang ada? Sebut dan Jelaskan?
c. Critical oil saturation
d. Residual oil saturation
e. Critical gas saturation
f. Critical water saturation
g. Initial water saturation
h. Intergranular porosity
i. Intragranular porosity
j. Pendular rings
k. Funicular
l. Permeabilitas? Bagaimana kita bisa mendapatkannya dan sebutkan faktor yang mempengaruhinya!

6. Tuliskan dan gambarkan bukti bahwa porositas absolute maksimum dari cubic sphere adalah 47.64%? Rhombohedral sekitar 26%? Dan cubic packing sekitar 12.5%?

7. Jelaskan mengenai permeabilitas relatif minyak dalam sistem tiga fasa!

8. Terangkan mengenai apa itu rock compressibility, pengaruhnya terhadap reservoir, dan correlations of compressibility! Gambar bila ada grafik!
a. Hall's corellation
b. Van der Knapp's corellation
c. Newman's corellation

9. Terangkan mengenai apa itu wettabilitas! faktor apa yang berpengaruh dalam wettabilitas dan gambarkan oil surrounding water dropplets!

10. Terangkan apa yang dinamakan Tekanan kapiler dalam batuan reservoir! Apa yang dinamakan entry pressure! Gambarkan grafik Pc VS Sw! Apa itu hysteresis! Terangkan maksud dari grafik itu!

11. Apa yang dimaksud dengan J-Function Capillary Pressure? Apa kegunaan dari dihitungnya J-Function? Tulis rumusnya!

12. Jelaskan mengenai gravel pack dan sandscreen, jelaskan perbedaan keduanya? Gambarkan skema pemasangan gravel pack dan sandscreen lengkap dengan well diagram dari surface sampai TVD! (Tanya senior apa itu well diagram! Gambar lengkap dengan seluruh casing di semua trayek-cased hole)

13. Jelaskan apa itu Acidizing! Mengapa dilakukan Acidizing? Apa itu Skin? Samakah skin dengan scale? Dampak keduanya terhadap permeabilitas? Tulis rumus menghitung skin! Sebutkan dan jelaskan jenis acidizing! Petrofisik yang mana yang berpengaruh terhadap acidizing? Apa hubungan antara dilakukannya acidizing dengan petrofisik?

14. Peralatan untuk mengukur permeabilitas relatif seperti diatas digunakan dalam proses aliran steady-state untuk memperoleh data berikut pada temperatur 70 derajat F
Core
Sandstone
Panjang = 2,30 cm
Daimeter = 1,85 cm
Luas = 2,688 cm2
Porositas = 25,5 %

Fluida
Brine 60.000 ppm
Gravity minyak 40o API
densitas air = 1,07 cp
densitas oil = 5,5 cp

data dari analisa laboratorium:



Gambar kurva permeabilitas relatif vs saturasi air dan minyak!! Ditulis secara benar dan urut mengenai urutan pengerjaan! Terangkan maksud dari grafik K vs Sw tersebut (seperti tugas minggu kemarin)

15. Tuliskan 5 hal yang tidak disukai dalam praktikum Analisa Inti batuan beserta saran! 5 Hal yang tidak disukai mengenai asisten beserta saran! 5 hal yang tidak disukai mengenai tugas mingguan beserta saran! 5 hal yang anda sukai dari praktikum Aib! 5 Hal yang anda sukai dari asisten! dan 5 hal manfaat dari tugas mingguan! Tulis asisten favorit!

16. Tuliskan mimpi anda setelah lulus dari Teknik Perminyakan UPN dalam Bhs. Inggris! Ingin bekerja dimana anda nanti, dan ingin menjadi seperti apa anda nanti! ditulis 350 kata. Ekspresikan dalam tulisan berbahasa inggris!

17. Ditulis di kertas bekas saja. Seperti minggu lalu. Dikumpulkan secara bersama tiap plug, harus ada koordinasi tiap plug! Jangan sampai ada pengumpulan sendiri2! Dikumpulkan ke koord masing2! Harus Ketemu! Hari Senin tanggal 18 Oktober 2010!!

Semoga Tuhan Selalu beserta adek adek semua. Tetap Berusaha. Kita bangun Perminyakan UPN menjadi lebih baik.

Selasa, 12 Oktober 2010

TURN OVER!!!! SHOW YOUR ACTION!!!!

Ga tau kenapa rasanya pengen nulis ini,

TURN OVER, and SHOW YOUR ACTION...

mungkin itu bisa dianalogikan dengan seklumit pengalaman saya yang bisa dikatakan luar biasa (hiperbol), benar-benar turn around seperti yang pernah dikatakan oleh Rhenald Kasali, ketua S2 fakultas ekonomi Universitas Indonesia.

Dibutuhkan energi yang besar untuk memutar balik arah yang salah selama ini kemudian meneruskannya dengan perubahan, mengawalnya dan akhirnya menyelesaikan perubahan itu sendiri (Rhenald Khasali : 2005)

Dulu saat saya menginjak kelas XII IPA 1 di salah satu SMA tertua di Kota Solo, saya memproklamirkan diri saya untuk tidak mengambil jurusan teknik sebagai arah yang akan saya ambil di tingkat Universitas.

Namun sungguh, amat sangat berbeda jauh 180 derajat (bukan koprol) dari Mimpi untuk mengenakan jas putih dan membawa alat pengukur detak jantuk yang dikalungkan di leher (udah lupa namanya, ada yang tau?).

Benar benar dunia baru, dunia yang asing, dunia ilmu pasti dengan penulisan hitam diatas putih yang tak terganggu gugat (emang apaan).

Sekitar 3 tahun 4 bulan lalu (i have been counted it), akhirnya aku memutuskan untuk turned around mencoba mundur karena kalah dari keadaan. Bisa dibilang saat itu adalah the worst point in my life, got many things which are crushing my life slowly.

Sempat aku kabur dari rumah untuk menyalahkan diri (namanya aja sok2an), menyalahkan kebodohanku karena aku gagal dalam seleksi massal tingkat nasional yang diikuti ratusan ribu mahasiswa di Indonesia.

Hmm, sempet sih saat itu berencana untuk menunda studi ku satu tahun, mencoba di tahun sesudahnya untuk kembali beradu nasib untuk bisa memakai jas putih yang penuh kebanggaan itu (dulu).

Tapi sungguh, semua itu merupakan kekalahan terbesar dan terbodoh di dunia jika aku tetap melakukan itu. Bahkan lebih bodoh dari kegagalanku menembus tes seleksi yang menyakitkan itu.

Seperti yang Rhenald Kasali bilang, Putar Arah sekarang juga!
Saat itu, aku mencoba memutar arah haluan masa depanku untuk menjadi seorang insinyur, dan mungkin tindakan putar arah ini, sama saja melakukan tindakan yang lebih bodoh dari menunda studi atau gagal di SPMB. Benar benar buta akan dunia baru ini, bahkan ibuku pun berfikir, jika aku masuk dunia ini, aku akan bekerja di SPBU dan mengisi bahan bakar untuk mobil seseorang (benar-benar ga tau apa2).

Iya, Jurusan Teknik Perminyakan, Jurusan yang agak terdengar aneh di telinga masyarakat di kota kelahiranku yang memang sungguh jauh dari kesan sebagai bumi reservoir (tempat terakumulasinya hidrokarbon).
Bisa dibilang gila sih, bakalan masuk di Jurusan Asing yang ga semua orang tau keberadaannya, dengan notabene aku bakalan dicap sebagai orang nomer dua, sebagai pesakitan PTN dan akhirnya memasrahkan diri di PTS, bahkan sodaraku sendiri ada yang meremehkan pilihanku ini (sakit dia itu).

Iya, dan akhirnya setelah dibantu dengan petunjuk-Nya,
aku memilih untuk meneruskan studiku di tempat antah berantah ini, di PTS yang dulu ketika aku tes UM salah satu PTN di jogja lewat didepannya dan bertanya dalam hati, "kampus apaan ini ini? Kok kayak GOR" (sumpah dulu aku ga tau apa nama ne kampus)

Aku kubur dalam dalam semangat untuk mengenakan jas putih itu, menanggalkan mimpi untuk mendapatkan 2 huruf "dr." tepat didepan namaku. Mencoba memutar arah 180 derajat untuk memasuki tempat yang dulu aku sendiri ga ngerti kenapa aku bisa terpikir untuk masuk tempat ini. Atau bahkan ayahku ga ngerti kalau jurusan ini ada. -,-

Benar benar masa masa suram, my first time went out far away from my parents and family, my first time in the 3x3 room lonely, my first time i have crushed with something called destiny.

zzzzzz...benar benar masa yang memuakkan di tempat ini, serasa pengen kabur aja.

Bahkan jika inget saat itu, rasanya pengen kupukuli satu satu, orang yang bikin moodku selalu berubah setiap malam. Karena ga bisa bebas di tempat yang digunakan untuk "belajar".

daaaaan, sudah 3 tahun 4 bulan (i have been counted it i said!)aku mondar mandir dari sudut barat ke timur gedung 3 lantai itu. Hanya untuk tau, bagaimana minyak bumi itu dapat terbentuk, bagaimana menghitung, memperkirakan letak dan keadaannya, serta memikirkan dengan bodoh cara mengambilnya.

namun, dengan keyakinan dan usaha, saya merasa sangat beruntung dibuang untuk masuk ditempat ini, saya tidak takut dulu sodara saya meremehkan saya, saya tidak takut dianggap sebagai pesakitan PTN, saya tidak takut dicap sebagai manusia nomer 2.

karena kami bukan pesakitan, karena kami bukan nomer 2, kami adalah Juara dan kami adalah engineer berkualitas di lapangan. Kami yakin akan semua itu.

saat itu, untuk kesekian kalinya, saat menginjakkan semester 4 di tempat ini, kembali saya memproklamirkan diri untuk tidak akan pernah mengambil Reservoir sebagai technical major saya di Universitas.(Sumpah demi Tuhan yang menguasai hari akhir, ini hanya karena saya merasa sangat idiot di hal ini, serasa sangaaat susaaaaah sekali untuk mempelajari materi ini, bukan karena sok sokan atau apa, saya merasa lemah mental jika menghadapi disiplin ilmu in )

Dan saat ini, detik ini, ketika saya menulis blog ini, saya berencana mengambil Reservoir Enginnering sebagai technical disciplines saya utnuk komprehensif (benar2 ga konsisten). Walaupun begitu, walau saya terlahir sebagai orang yang idiot tidak konsisten seperti ini, saya yakin bahwa saya akan menemukan hal yang lebih menakjubkan dari mimpi saya terdahulu. Lebih fantastis. :)

hmm, sebenarnya yang saya sampaikan diatas itu ga penting, intinya,

"jika kamu memerlukan sesuatu yang fantastik untuk pelayaran mimpimu, putar arahlah haluanmu, terkadang memutar haluan tidak akan membuat kapalmu karam, namun kembali menemukan perairan dan kamu bisa meneruskan kembali pelayaranmu untuk dapatkan mimpi yang lebih fantastis" -Muhammad Afif Ikhsani (2010)


"Jangan takut untuk bermimpi dan memutar arah unuk mendapatkan mimpi yang lebih tinggi dari mimpimu sebelumnya."
-Muhammad Afif Ikhsani (2010)

Semoga Allah bersama kita.

Yogyakarta, 13 Oktober 2010
Di iringi backsound lagunya Ipang yang meraih mimpi.


Acknowledge for All my friends

SIDJIE'07 ( Sekumpulan Individu Djenius Dua Belas IPA Sidjie 2007)
KALIAN ADALAH CALON ORANG TERBAIK DI BIDANG YANG SUDAH KALIAN PILIH!!! TERIMA KASIH SUDAH MENGUBAH SAYA DAN CARA BERFIKIR SAYA!!!


Wildcat TM'07
MARI KITA BERJUANG MENCARI JUDUL KOMPREHENSIF REKAN2 2007!!!!
SELESAIKAN KOMPREHENSIF, TA, dan KITA LULUS BARENG2 OKTOBER 2011!!!

Rabu, 06 Oktober 2010

Petrofisik 3rd week

Tugas!!

1. Buat ringkasan mengenai profil henry darcy 350 kata, ringkasan mengenai percobaan henry darcy 600 kata beserta gambar percobaan , saat dia menemukan rumus darcy untuk pertama kalinya!

2. Buat grafik hubungan antara Kr vs Sw diberi penjelasan 600 kata baik secara analogi, ilmiah maupun secara analitikal!

3. Bandingkan analogi hukum darcy dengan hukum fourier heat-flow equation dan hukum ohm for electrical flow!

4. Terangkan efek rock typing terhadap permeabilitas!

5. Tuliskan dimensional analysis dari darcy law!

6. Tuliskan rumus dary law dan gambarkan sistemnya untuk
a. Linear horizontal flow system
b. Tilted linear flow system
c. Radial flow system

7. example of tilted linear flow of a single phase liquid under steady-state conditions, find the oil flow rate through a core sample for the following conditions:
Core length : 10 ft
Cross Sectional Area : 2 sq ft
permeability : 500 md
oil viscosity : 2 cp
oil FVF : 1.05 RB/STB
P1 : 50 Psig
P2 : 45 Psig
densitas oil : 0.8
angle : 30 deg

8. Ditulis tangan di kertas bekas laporan yang direvisi A4,Dikumpulkan hari senin ya!!

Kamis, 30 September 2010

Petrofisik 2nd week

Tugas!!
1. Gambarkan rangkaian alat porosimeter dan percobaan dean and stark, sebutkan nama bagian bagian nya, urutan langkah kerjanya!



PERMEABILITAS

Permeabilitas merupakan besaran yang digunakan untuk menunjukkan seberapa besar kemampuan suatu batuan untuk mengalirkan fluida yang terkandung didalamnya. Permeabilitas merupakan property suatu batuan berpori dan merupakan besaran yang menunjukkan kapasitas medium dalam mengalirkan fluida.

Jenis-jenis Permeabilitas.
1. Permeabilitas absolut (ka).
Yaitu pengukuran pada medium berpori untuk fluida satu fasa ketika medium tersebut dialiri oleh satu jenis fluida, dimana saturasi fluida yang mengalir bernilai 1.
2. Permeabilitas efektif (k).
Yaitu pengukuran pada medium berpori untuk fluida satu fasa ketika medium tersebut dialiri oleh lebih dari satu jenis fluida.
3. Permeabilitas relatif (kr).
Yaitu perbandingan antara permeabilitas efektif fluida pada nilai saturasi tertentu, terhadap permeabilitas absolut pada saturasi 100%.


Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permeabilitas.

1. Distribusi ukuran butir.
Ukuran butiran yang semakin beragam dalam suatu batuan, maka pori-pori akan semakin kecil dan permeabilitas juga akan semakin kecil.
2. Susunan (packing) butiran.
Susunan butiran yang semakin rapi, maka makin besar harga permeabilitasnya.
3. Geometri butiran.
Semakin menyudut geometri butiran, maka permeabilitasnya semakin kecil.
4. Jaringan antar pori (pore network).
Semakin bagus jaringan antar pori, maka permeabilitasnya semakin besar.
5. Sementasi.
Semakin banyak semen dalam suatu batuan, maka harga permeabilitas akan semakin kecil.
6. Clays content.
Semakin banyak mengandung clay, maka semakin kecil permeabilitas batuan tersebut.

Sebuah aliran dikatakan dalam kondisi 1 fasa jika? Sebuah aliran dikatakan dalam kondisi multifasa jika?
a. Aliran dalam kondisi satu fasa.
1) Jika hanya ada satu fluida yang mengalir dalam medium.
2) Saturasi fluida yang mengalir dalam medium tersebut bernilai 1.
3) Permeabilitas ini disebut permeabilitas absolut.
b. Aliran dalam kondisi multifasa.
1) Jika terdapat lebih dari satu fluida yang mengalir dalam medium.
2) Permeabilitas ini disebut permeabilitas relatif.

Dengan cara apa saja data permeabilitas dapat diperoleh?
a. Dengan menggunakan hukum Darcy yang data–datanya diperoleh dari analisis core di laboratorium.
b. Dengan well-test analysis (flow testing).
c. Dengan mengukur aliran kedalam sumur pada logging produksi.
d. Dengan cara log data menggunakan Magnetic Resonance Imaging (MRI) yang dikalibrasi melalui analisis core

Mengapa permeabilitas perlu untuk diketahui?
a. Menentukan kuantitas fluida yang dapat diproduksikan.
b. Menentukan potensi suatu lapisan batuan untuk dijadikan reservoir.
c. Menentukan nilai ekonomis suatu reservoir.
d. Menentukan lokasi lapisan yang ekonomis untuk dibor.
e. Menentukan lokasi lapisan yang cocok untuk perforasi.
f. Menentukan kekentalan lumpur yang baik agar tidak terjadi loss circulation.
g. Menentukan komposisi lumpur yang baik untuk membuat mud cake pada dinding sumur.


syarat-syarat apa saja yang harus dipenuhi agar persamaan darcy K=(Viskositas*Q*L)/(A*P) dapat berlaku?
a. Viskositas konstan pada kondisi isothermal.
b. Distribusi kecepatan sama.
c. Tidak adanya turbulensi.
d. Viskositas yang konstan, distribusi kecepatan konstan, tidak adanya turbulensi, aliran laminer (viscous flow) menyebabkan tidak ada perubahan friksi.
e. Tidak terjadi reaksi antara fluida yang mengalir dengan media yang dilaluinya.


NB:
Tekanan overburden  tekanan yang diberikan oleh benda diatas reservoir.
Gas slippage effect  fenomena dimana diameter tempat gas masuk mendekati diameter jalur gas yang mengalir, dan laju aliran gas tersebut sangat tinggi, sehingga menimbulkan gesekan (slip) antara medium dengan gas tersebut.
Efek Klikenberg  efek yang menimbulkan suatu titik temu – disebut permeabilitas liquid ekivalen (kL) – yang dihasilkan dari perpotongan regresi linear dalam grafik permeabilitas terhadap tekanan pada gas H2, N2, dan CO2.

Selasa, 28 September 2010

Coal Bed Methane


Pada tanggal 21 November 2009 SM IATMI UPN Yogyakarta bekerja sama dengan HMJ Teknik Perminyakan UPN berkesempatan mengadakan seminar mengenai Coal bed Methane (CBM) yang diisi oleh Bapak Bramastra laelan dari PT. Medco Indonesia. Coal bed methane (CBM) merupakan sumber energi yang relatif masih baru. Sumber energi ini merupakan salah satu energi alternatif yang dapat diperbaharui penggunaannya. Gas metane yang diambil dari lapisan batubara ini dapat digunakan sebagai energi untuk berbagai kebutuhan manusia. Walaupun dari energi fosil yang tidak terbaharukan, tetapi gas ini terus terproduksi bila lapisan batubara tersebut ada.

Sebagaimana kita ketahui, cadangan batubara di Indonesia dan produksinya cukup menjanjikan, dimana Indonesia termasuk negara produsen batubara dunia. Seiring bertambahnya kebutuhan akan energi, baik untuk listrik dan transportasi, negara-negara berkembang seperti Indonesia juga membutuhkan suatu energi alternatif yang dapat terus dikembangkan. Kebutuhan akan energi untuk pembangkit listrik terus berkembang. Salah satu pembangkit listrik di dunia yang paling dominan adalah dari energi batubara.

Berdasarkan perkiraan dari sebuah institusi di Prancis, maka konsumsi energi di dunia tetap akan memakai minyak, batubara dan gas sebagai energi primer. Proyeksi ini memberikan gambaran sebagaimana pentingnya peran energi fosil sebagai energi yang ”harus” terbarukan. Kata-kata harus disini mungkin tidak masuk akal, karena energi tersebut memang habis dipakai (tidak dapat diperbaharui). Dengan adanya teknologi, riset dan pemikiran baru, maka sebuah lapisan batubara dapat memberikan sebuah energi baru berupa gas yang dapat kita pakai.

Bentuk CBM sama halnya dengan gas alam lainnya. Dapat dimanfaatkan rumah tangga, industri kecil, hingga industri besar. CBM biasanya didapati pada tambang batu bara non-tradisional, yang posisinya di bawah tanah, di antara rekahan-rekahan batu bara.
Untuk memproduksi CBM, lapisan batubara harus terairi dengan baik sampai pada titik dimana gas terdapat pada permukaan batubara. Gas tersebut akan teraliri melalui matriks dan pori, dan keluar melalui rekahan atau bukaan yang terdapat pada sumur.
Air dalam lapisan batubara didapat dari adanya proses penggambutan dan pembatubaraan, atau dari masukan (recharge) air dalam outcrops dan akuifer. Air dalam lapisan tersebut dapat mencapai 90% dari jumlah air keseluruhan. Selama proses pembatubaraan, kandungan kelembaban (moisture) berkurang, dengan rank batubara yang meningkat.

Gas biogenik dari lapisan batubara subbituminus akan dapat berpotensi menjadi CBM. Gas biogenik tersebut terjadi oleh adanya reduksi bakteri dari CO2, dimana hasilnya berupa methanogens, bakteri anaerobik yang keras, menggunakan H2 yang tersedia untuk mengkonversi asetat dan CO2 menjadi metane sebagai by produk dari metabolismenya. Sedangkan beberapa methanogens membuat amina, sulfida, dan methanol untuk memproduksi metane.

Aliran air, dapat memperbaharui aktivitas bakteri, sehingga gas biogenik dapat berkembang hingga tahap akhir. Pada saat penimbunan maksimum, temperatur maksimum pada lapisan batubara mencapai 40-90°C, dimana kondisi ini sangat ideal untuk pembentukan bakteri metane. Metane tersebut terbentuk setelah aliran air bawah tanah pada saat ini telah ada.



Apabila air tanah turun, tekanan pada reservoir turun, pada saat ini CBM bermigrasi menuju reservoir dari sumber lapisan batubara. Perulangan kejadian ini merupakan regenerasi dari gas biogenik. Kejadian ini dipicu oleh naiknya air tanah atau lapisan batubara yang tercuci oleh air. Hal tersebut yang memberikan indikasi bahwa CBM merupakan energi yang dapat terbaharui.

Lapisan batubara dapat menjadi batuan sumber dan reservoir, karena itu CBM diproduksi secara insitu, tersimpan melalui permukaan rekahan, mesopore, dan mikropore. Permukaan tersebut menarik molekul gas, sehingga tersimpan menjadi dekat. Gas tersebut tersimpan pada rekahan dan sistem pori pada batubara sampai pada saat air merubah tekanan pada reservoir. Gas kemudian keluar melalui matriks batubara dan mengalir melalui rekahan sampai pada sumur. Gas tersebut sering kali terjebak pada rekahan-rekahan.

CBM juga dapat bermigrasi secara vertikal dan lateral ke reservoir batupasir yang saling berhubungan. Selain itu, dapat juga melalui sesar dan rekahan. Kedalaman minimal dari CBM yang telah dijumpai 300 meter dibawah permukaan laut.
Gas terperangkap pada lapisan batubara sangat bergantung pada posisi dari ketinggian air bawah tanah. Normalnya, tinggi air berada diatas lapisan batubara, dan menahan gas di dalam lapisan. Dengan cara menurunkan tinggi air, maka tekanan dalam reservoir berkurang, sehingga dapat melepaskan CBM.

Pada saat pertama produksi, ada fasa dimana volume air akan dikurangi (dewatering) agar gas yang dapat diproduksi dapat meningkat. Setelah fasa ini, fasa-fasa produksi stabil akan terjadi. Seiring bertambahnya waktu, peak produksi akan terjadi, saat ini merupakan saat dimana produksi CBM mencapai titik maksimal dan akan turun (decline).

Volume gas yang diproduksi akan berbanding terbalik dengan volume air. Bila volume gas yang diproduksi tinggi, maka volume air akan berkurang. Setelah peak produksi, akan terjadi fasa selanjutnya, yaitu fasa penurunan produksi. Seperti produksi minyak dan gas pada umumnya, fasa-fasa tersebut biasa terjadi. Namun demikian, seperti yang telah diuraikan, CBM dapat terbaharukan.

Sumber daya CBM Indonesia mencapai 453,3 TCF yang tersebar pada 11 cekungan hydrocarbon. Dari sumber daya tersebut, cadangan CBM sebesar 112,47 TCF merupakan cadangan terbukti dan 57,60 TCF merupakan cadangan potensial. Sebagian besar cadangan CBM berada di Sumatra, Kalimantan dan Jawa. Sementara sebagian kecil ada di Sulawesi. Oleh karena itu, sumber daya Coal Bed Methane di Indonesia sangat berpotensi untuk kedepannya.

Microbial Enhance Oil Recovery (MEOR)


MEOR adalah teknologi berbasis biologis teknologi yang terdiri dalam fungsi atau struktur memanipulasi (atau keduanya) dari lingkungan mikroba yang ada dalam reservoir minyak. Tujuan akhir dari MEOR adalah untuk meningkatkan recovery minyak yang terperangkap dalam media berpori sambil meningkatkan keuntungan ekonominya.

Mikroba adalah mesin hidup yang metabolit, ekskresi produk dan sel-sel baru dapat berinteraksi dengan satu sama lain atau dengan lingkunagan.

Pemanfaatan mikroorganisme sebagai agen untuk memperoleh kembali sisa-sisa minyak yang terperangkap dalam media berpori pertama kali di usulkan oleh Beckam pada tahun 1926. Dan setelahnya hal tersebut mulai memicu minat besar dalam penelitian MEOR.

MEOR menggabungkan bidang multidisiplin antara lain geologi, kimia, mikrobiologi, mekanika fluida, teknik perminyakan, teknik lingkungan dan teknik kimia
Reservoir minyak adalah lingkungan yang mengandung mikroorganisme dan faktor non mikroorganisme (mineral) yang berinteraksi satu sama lain dalam jaringan dinamis yang rumit dari nutrisi dan energi fluks. Karena reservoir heterogen, sehingga melakukan berbagai ekosistem yang mengandung mikroba beragam komunitas yang pada gilirannya mampu mempengaruhi perilaku dan mobilisasi reservoir minyak.


Keuntungan MEOR
Injeksi mikroba dan nutrisi yang murah, mudah di tangani di lapangan, meningkatkan produksi minyak, ekonomi menarik untuk lapangan minyak sebelum ditinggalkan, fasilitasnya tidak memerlukan modifikasi yang banyak, aplikasi mudah, lebih efisien daripada metode EOR lain ketika diterapkan pada minyak karbonat aktivitas mikroba, aktivitas mikroba meningkat dengan pertumbuhan mikroba ini, ini
berlawanan dengan kasus EOR lain aditif dalam waktu dan jarak, dan produk seluler biodegradable dan karenanya juga di anggap ramah lingkungan
Biodegradasi molekul besar menurunkan viskositas; produksi surfaktan mengurangi ketegangan antarmuka; produksi gas memberikan tekanan tambahan tenaga penggerak; mikroba metabolit atau mikroba sendiri dapat mengurangi permeabilitas oleh pengaktifan jalur aliran sekunder.

Kekurangan MEOR
Oksigen dikerahkan Di MEOR yang bergerak, dapat bertindak sebagai agen korosif non resisten. Mikroba oksogen memerlukan fasilitas untuk bududaya mereka, mikroba memerlukan kerangka kerja standar untuk mengevaluasi aktivitas mikroba misalnya coring dan teknik samling, pertumbuhan mikroba terjadi apabila lapisan permeabilitas lebih besar dari 50md.
Biologis yang dihasilkan hidrogen sulfida, yaitu souring, menyebabkan korosi pipa dan mesin; konsumsi hidrokarbon oleh bakteri mengurangi produksi bahan kimia yang diinginkan.


Dipublikasikan di Majalah IATMI UPN Slickenside 2009
ditulis oleh Sdri. Tri Wulandari

Wanna know EOR more, just klik http://www.enhancedoilrecovery.com/

Jumat, 24 September 2010

Petrofisik 1st week

Petrofisik adalah salah satu cabang geofisika yang mempelajari tentang sifat fisik dari suatu batuan.

Beberapa sifat fisik tersebut adalah :

* Porositas
* Permeabilitas
* Saturasi
* Wettabilitas
* Tekanan Kapiler
* resistivitas batuan.

Mempelajari karakteristik fisik suatu batuan sangat penting karena kita akan lebih mengenal batuan yang akan kita amati tersebut. Di industri oil & gas misalnya, sifat fisik batuan sangat penting dipelajari mengetahui karakter reservoar (batuan tempat menyimpan hidrokarbon) sebagai batuan yang layak untuk dilakukan pengeboran ataupun perforasi (produksi) lebih lanjut.

petrofisik juga merupakan salah satu mata kuliah yang harus diambil oleh mahasiswa yang mengambil jurusan teknik perminyakan. dengan mengetahui porositas, permeabilitas dan saturasi air dan oil pada batuan reservoir, dengan sifat-sifat tersebut dapat membantu meramalkan cadangan minyak di reservoir.





Di minggu pertama ini, kita akan banyak membahas tentang porositas dan saturasi



Porositas adalah perbandingan antara volume total pori-pori dengan volume bulk batuan. Pori-pori secara primer adalah matrix pore, dan secara sekunder adalah rekahan/fracture, rongga/vug, dan lain-lain.

Pada umumnya, porositas yang terukur, baik secara analisis laboratorium, maupun dengan log adalah porositas efektif. Hal ini, seperti disebut di atas, karena adanya isolated pore yang tidak berpengaruh terhadap produktivitas reservoir. Lambang porositas adalah Φ. Karena merupakan perbandingan, maka porositas tidak memiliki satuan.

Fungsi Porositas
1. Menentukan OOIP (original oil in place).
2. Menentukan probable recovery / recovery factor.
3. Mengambil keputusan apakah minyak yang terdapat pada reservoir tersebut layak diproduksi atau tidak dilihat dari segi ekonomi.
4. Mengetahui posisi kedalaman reservoir.
5. Menentukan jenis batuan.
6. Menentukan kemungkinan susunan butir pada batuan reservoir.
7. Menentukan besar permeabilitas pada pori-pori batuan.
8. Menentukan cadangan potensial dari sutau reservoir minyak/gas.
9. Menentukan selang waktu untuk perforasi atau acidizing.


Peran Hukum Boyle dengan Alat Porosimeter

Peran hukum boyle di sini sangat berhubungan karena kerja dari alat porosimeter sendiri menggunakan prinsip dari hukum boyle yaitu pada suhu yang tetap maka tekanan akan berbanding terbalik dengan volume.
Pada alat ini dialirkan gas kedalam ruang pengukuran core. Gas yang mengalir ini akan mengisi ruang kosong (termasuk pori pada core) pada ruang sampel. Karena sebagian gas mengalir ke ruang sampel maka kerapatan gas tersebut akan berkurang sehingga tekanan gas tersebut juga ikut berkurang. Perubahan tekanan inilah yang dibaca jarum penunjuk pada alat porosimeter. Perubahan tekanan ini merepresentasikan volume core yang dimasukkan ke dalam ruang sampel karena jika core yang dimasukkan bervolume besar maka akan sedikit gas yang mengisi kekosongan ruang sampel, yang membuat kerapatan dan tekanan gas tidak banyak berkurang sehingga simpangan perbedaannya tidak akan terlalu besar. Lain halnya jika core yang dimasukkan bervolume kecil, akan banyak gas yang mengisi kekosongan di dalam ruang sampel yang mengakibatkan tekanan gas menjadi banyak berkurang. Volume yang terukur disini dianggap sebagai volume grain.

jenis-jenis porositas berdasarkan :

a. Hubungan antar pori.

1) Porositas absolut : perbandingan volume pori yang berhubungan dengan volume pori yang tidak berhubungan, dikalikan volume total batuan.
2) Porositas efektif : perbandingan volume pori yang saling berhubungan dengan volume total.
3) Porositas residual : perbandingan volume pori yang tidak berhubungan dengan volume total.

b. Pembentukan batuan.
1) Porositas primer : porositas yang terbentuk bersamaan dengan terbentuknya batuan tersebut.
2) Porositas sekunder : porositas yang terbentuk setelah terbentuknya batuan tersebut.

c. Kuantitatif.
1) 0% - 5% : porositas yang dapat diabaikan.
2) 5% - 10% : porositas rendah.
3) 10% - 20% : porositas baik.
4) > 20% : porositas sangat baik.

d. Kualitatif.
1) Intergranular : pori-pori yang terdapat diantara butiran batuan.
2) Interkristalin : pori-pori yang terdapat diantara kristal batuan.
3) Rekah : pori-pori yang terdapat diantara rekahan batuan.
4) Bintik-bintik jarum : pori-pori yang terpisah.
5) Porositas ketat : pori-pori kecil yang terletak diantara butiran yang berdekatan dan kompak.
6) Porositas padat : butiran batuan yang sangat kecil, sehingga hampir tidak ada porositas.
7) Gerowong : pori-pori yang berukuran besar.
8) Goa : pori-pori yang berukuran sangat besar.

Jenis-jenis log yang dapat digunakan untuk menentukan porositas :
1)Density Log
2)Neutron Log
3)Sonic (acoustic) Log

Simple idea for understanding about porosity in oil reservoir
Bayangkan anda memasukkan sebuah pasir ke dalam gelas, pasir itu lalu anda isi air, celah-celah diantara pasir tersebutlah yang dinamakan porositas.



Saturasi

Saturasi adalah perbandingan kuantitas (volume) suatu fluida dengan pori-pori batuan tempat fluida tersebut berada. Misalnya, saturasi air dalam suatu source rock adalah besarnya volume air dibanding volume total pori-pori batuan tersebut. (Catatan: Pada umumnya saturasi dihitung berdasarkan volume pori-pori efektif. Hal ini karena adanya isolated pore yang tidak berpengaruh pada produktivitas reservoir.) Sehingga, dapat dikatakan bahwa saturasi adalah berapa persen bagian dari suatu pori yang terisi fluida. Karena saturasi merupakan perbandingan/persentase, maka secara matematis saturasi tidak memiliki satuan.
Saturasi dilambangkan dengan S¬w untuk air, So untuk minyak, dan Sg untuk gas. Karena tidak mungkin ada pori-pori yang kosong oleh fluida (vakum) maka Sw+So+Sg=1. Secara umum ada 2 cara untuk menentukan saturasi, yaitu dengan analisis laboratorium atas sampel core dari reservoir, dan dengan log.

metode pengukuran saturasi air dan/atau minyak di laboratorium core analysis!
a. Retort method : mengukur saturasi secara langsung dengan meletakkan core pada suhu 1000–1100¬oF, sehingga air dan minyak menguap. Volume minyak dan air didapat dari distilasi.
b. Vacuum distillation : mengukur saturasi untuk core sample yang besar menggunakan vacuum distillation.
c. Solvent extraction : mengukur saturasi dengan mengekstraksi pelarut dan mengumpulkan uapnya untuk menghitung volume fluida dengan tepat.
d. Reaksi dengan kalsium hidrida : mengukur saturasi dengan meletakkan sample core pada test tube yang juga berisi bubuk kalsium hidrida dan diukur volumenya pada suhu tinggi. Melalui beberapa reaksi kimia, akan didapat volume air dalam sample core.
e. Metode colorimetry : mengukur saturasi menggunakan colorimetry yang skalanya dapat disesuaikan, dan digunakan untuk membandingkan dengan warna pada sample core.

Simple idea for understanding about saturation in oil reservoir
Pada umumnya reservoar didalam tanah akan diisi oleh air, kecuali didalam reservoar hidrokarbon. Dikatakan saturasi air seratus persen apabila reservoar tersebut diisi oleh air sepenuhya. Sedangkan apabila dikatakan saturasi air limapuluh persen, maka separuh air dan separuh lagi adalah hidrokarbon.


Artikan maksud gambar dibawah ini?

Senin, 23 Agustus 2010

Acidizing : JOB PPS (3)


Sumur South West Oscar #5 (SWO #5) pertama kali dibor pada tanggal 30 Oktober 1997 dengan kedalaman 9809 ft. dan selesai pada tanggal 12 Desember 1997. Sumur ini mulai berproduksi pada tanggal 19 Desember 1997 dengan menggunakan pompa benam ESP.

Pada tanggal 24 Februari 2010, sumur SWO #5 dinyatakan ODH dan program servis sumur segera dilaksanakan dengan tujuan mengganti pompa ESP sehingga produksi masih bisa dilanjutkan.

Dalam program servis sumur SWO #5 juga akan dilakukan program acidizing untuk membersihkan lubang bor serta membersihkan formasi dari scale yang bisa mengurangi rate produksi sumur. Acidizing atau pengasaman, dilakukan juga diperuntukkan untuk meningkatkan permeabilitas dari sumur. Sehingga penurunan permeabilitas yang disebabkan oleh scale pada formasi, bisa terselesaikan dengan metode pengasaman ini.


Dewasa ini telah dikenal 3 jenis pengasaman, antara lain :
o Matrix acidizing
Asam di injeksikan ke formasi pada tekanan di bawah tekanan rekah, dengan tujuan agar reaksi asam menyebar ke formasi secara radial. Matrix Acidizing digunakan baik untuk batuan Karbonat(limestone/dolomite) maupun sand stone. Teknik ini akan berhasil untuk sumur dengan damage sedalam 1-2 ft.
o Acid Fracturing
Digunakan hanya untuk karbonat,kenaikan produksi diakibatkan oleh kenaikan permeabilitas sampai jauh melampaui zone damagenya.
o Acid Washing
Untuk melarutkan material atau scale sekitar sumur, meliputi pipa atau juga perforasinya

Dalam penggunaannya pun, tidak sembarang asam dapat digunakan dalam proses pengasaman. Ada beberapa jenis asam yang dipakai dalam program pengasaman, antara lain :

1. Asam Chlorida
Asam HCl atau Muriatic Acidadalah asam yang paling banyak digunakan, Asam ini harganya murah dan dapat diberi inhibitor, dan hasil reaksi terlarut dalam air.Tabel 3.1, Merupakan Reaksi HCl terhadap Limestone, dolomite dan sandstone.
Pada umumnya HCl digunakan dilapangan dengan konsentrasi berat 15% hal ini akan mempengaruhi titik beku dari asam yang bersangkutan. Kerugian pemakian asam HCl terutama pada sifat korosif yang tinggi, terutama pada temperatur diatas 250oF. Untuk pencegahan perlu ditambah Corrosion inhibitor.
2. Asam Fluorida
Hydrofloric Acid (HF) digunakan untuk sandstone karena dapat melarutkan Silikat, HF dapat bereaksi dengan Ca dan Mg akan tetapi membentuk endapan . Penggunaan HCl yang dicampur HF dapat menghilangkan scale pada sandstone karena sementasi sandstone terdiri dari Ca dan Mg. Asam HF mempunyai kemampuan melarutkan padatan lumpur,mineral Clay , feldspar dan silika .
3. Asam Acetic (CH3COOH)
Merupakan asam organik yang dapat melarutkan Carbonat, laju reaksi asam acetic lebih lambat dibanding dengan HCl,asam acetic tidak bersifat korosif.
4. Asam Formic
Merupakan jenis asam yang terionisasi sangat lemah, sehingga reaksi akan berjalan lambat.




Dengan adanya pengasaman ini, diharapkan setelah sumur kembali diinstal pompa ESP baru, produksi dapat kembali optimum karena scale sudah berkurang dari formasi. Pompa ESP yang baru akan didisain sedemikian rupa sehingga rate yang didapat dari sumur SWO #5 dapat optimum.

Minggu, 22 Agustus 2010

Casing Drilling


Selama bertahun-tahun pemboran putar konvensional (pahat pada ujung rangkaian pipa pemboran) telah mendominasi dunia pemboran minyak dan gas di seluruh dunia, terutama semenjak rotary rock bit muncul pada tahun 1909. Dengan metode pemboran ini dapat terjadi beberapa kali cabut-masuk rangkaian pemboran pada suatu sumur.

Pemboran dengan casing merubah dasar tersebut. Pemboran ini menawarkan kinerja yang sama dengan pemboran menggunakan pipa bor konvensional. Pekerjaan memasukkan casing dan membor formasi yang dilakukan bersamaan dapat menghilangkan sejumlah langkah dalam pemboran konvensional dan menyediakan beberapa keuntungan tambahan.

Teknik pemboran casing pertama kali di lakukan di Canada. Pemboran dilakukan dengan menggunakan casing 7” dan berhasil mencapai kedalaman 1000 m. Konsep dari Casing drilling adalah sederhana : yaitu daripada menggunakan drill pipe, bor lubang dengan menggunakan casing yang kemudian juga akan secara permanen disemen. Ketika casing point dicapai, posisi casing langsung telah ada di dasar sumur, sehingga akan mengurangi waktu untuk trip rangkaian yang biasa dilakukan dengan pemboran konvensional. Jika sumur tidak bagus, rangkaian casing bisa di recover kembali. Hasilnya adalah lebih sedikit kendala yang tidak diinginkan terjadi, operasi lebih aman, dan penyelesaian sumur yang lebih cepat.

Pengalaman lapangan sebelumnya menunjukkan bahwa pemboran dengan casing adalah suatu pilihan yang menguntungkan. Pengembangan yang berkelanjutan terhadap peralatan dan prosedur telah meningkatkan potensi penerapannya baik untuk formasi keras maupun lunak, baik di darat maupun di laut (off shore).

Dengan mengurangi waktu untuk trip, pemboran dengan casing dapat memotong waktu yang dibutuhkan untuk membor sumur 20 – 30 %. Tanpa trips, unscheduled event yang dapat terjadi karena cabut-masuk rangkaian dapat dihilangkan seperti kicks, sidetrack yang tidak disengaja, swab, surge, dan reaming.
Pada dasarnya ada dua metoda untuk membor dengan casing yaitu :

1. Pemboran casing dengan retrieveable BHA
yaitu digunakan suatu BHA tambahan di dalam casing yang dapat di”retrieve”. BHA ini biasanya terdiri dari mud motor, under reamer dan bit konvensional.
2. Pemboran casing tanpa retrieveable BHA
yaitu dengan menggunakan casing itu sendiri sebagai BHA yang diputar langsung dan disemen di dasar.

Di Indonesia, sudah ada beberapa lapangan yang sudah menerapkan teknologi casing drilling ini, salah satunya di lapangan Tugu Batu Pertamina EP Cirebon.
Ada banyak perusahaan yang capable untuk melakukan pekerjaan Casing Drilling ini.
Salah satunya adalah Tesco dan Weatherford. Dalam Penggunaanya, Casing Drilling harus menggunakan Top Drive System, karena membutuhkan tenaga yang cukup besar.

Dengan Casing Drilling, kita akan dapat menghemat waktu dalam proses pemboran. video

Synthetic Oil base Mud




Lumpur pemboran pertama kali diperkenalkan dalam pemboran putar pada sekitar awal tahun 1900. Awal mulanya orang hanya menggunakan air untuk mengangkat serbuk bor (cutting) secara kontinyu. Dan dengan berkembangnya teknologi pemboran, lumpur mulai digunakan, dan fungsi lumpur menjadi semakin komplek dan untuk memperbaiki sifat-sifat lumpur tersebut ditambahkan bahan-bahan kimia (additive). biasa digunakan adalah Oil Based Mud ( OBM ) dan Water Based Mud (WBM ). Pengembangan OBM sendiri awal mulanya dimulai pada awal tahun 1920, yaitu ketika disadari bahwa dengan terbukanya formasi tertentu, maka filtrat yang dihasilkan dari water-base mud Dalam suatu system pemboran, lumpur yang hilang ke dalam formasi produktif. OBM pertama kali digunakan sebagai fluida komplesi dan workover

Para peneliti mencatat bahwa produksi sumur dapat diperbaiki jika dibandingkan dengan sumur yang dibor dengan water-base mud. Kemudian, dari hasil uji laboratorium dapat dikonfirmasikan apa yang terjadi. Jika formasi produktif mengandung clay yang dapat menghidrat apabila bertemu dengan air, maka akan menyebabkan clay mengembang dan terdispersi. Ketika terdispersi, clay berpindah dengan fluida kedalam ruang pori sampai menyumbat pori dan membentuk suatu penutup(bridge), sehingga dapat menghentikan atau menghalangi aliran. Mekanisme ini disebut clay blocking. Tetesan air dan padatan yang larut dalam air menyebabkan naiknya apparent viscosity minyak dan mengurangi kemampuan untuk mengalir, kondisi ini disebut sebagai water blocking atau solid blocking. Dari hasil studi core telah didokumentasikan bahwa kapasitas produksi formasi dapat berkurang sebanyak 90% akibat pengaruh intrusi air tawar ke dalam formasi yang sensitif. Pelaksanaan suatu program pemboran di formasi yang mengandung Shale dan Clay merupakan salah satu alasan dalam penggunaan OBM. Karena apabila OBM sendiri memiliki banyak sekali keuntungan dibandingkan menggunakan WBM, keuntungan tersebut antara lain :

1. Pemboran yang mengalami problem shale
2. Pemboran dalam, dan bertemperatur dan tekanan tinggi
3. Fluida komplesi, workover, packer, coring
4. Fluida perendam untuk pipa terjepit
5. Pemboran zona garam yang masif
6. Mengurangi torsi, drag, dan friksi khussnya pada pemboran miring dan berarah.
7. Pemboran formasi yang mengandung hydrogen sulfide dan karbon dioksida.
8. Mencegah korosi pada peralatan pemboran.
9. Dapat digunakan kembali setelah
10. dibersihkan dari sisa-sisa cutting.

Secara umum OBM didefinisikan sebagai suatu system dengan fasa kontinyu minyak sebagai bahan dasarnya yang dicampur dengan zat additive sebagai penunjangnya. Bahan dasar yang digunakan dapat berupa solar, Non-toxic oil, maupun fish/vegetable oil. Dari ketiga bahan tersebut masing masing memiliki tingkat aromatic yang berbeda. Semakin rendah tingkat aromatiknya, maka semakin kecil tingkat keracunannya terhadap lingkungaan.

Umumnya Di Indonesia, base mud yang digunakan adalah solar atau toxic oil. Karena tingginya nilai aromatic tersebut maka menyebabkan OBM yang berasal dari diesel oil tersebut bersifat toksik. Sehingga diharapkan ditemukan alternative lain yang sepadan dengan OBM ini namun ramah lingkungan.

Sejak mulai difikirkan mengenai masalah lingkungan ini. Usaha untuk mengurangi dampak kerusakan lingkungan mulai digalakkan perusahaan-perusahaan minyak diseluruh dunia. Sejak sekitar tahun 1990, Industri pengembangan minyak dan gas mengembangkan Synthetic Base fluids dengan material synthetic dan non synthetic oleaginous ( oil-like ) sebagai base fluid untuk OBM yang rendah dalam efek kerusakan lingkungan dan bekerja lebih aman dengan nilai toksisity yang rendah dikarenakan adanya pengurangan nilai aromatic.

SOBM terbuat dari mineral oil seperti sarraline maupun smooth fluid atau fish/vegetable oil yang berupa ester dari palm kernel oil, dari kesemuanya itu sudah diolah sedimikian rupa sehingga memiliki nilai toxicity yang rendah karena kadar aromaticnya sudah dikurangi.

Dalam penggunaannya, traditional OBM memiliki efek terbesar dalam pengeboran lepas pantai. Sebelumnya, banyak OBM yang dibuang saja di laut, padahal apabila itu dilakukan, hal tersebut akan sangat merusak lingkungan dari benthos serta rantai makanan yang ada di laut.

Tantangan terbesar dalam industry pemboran dewasa ini adalah gradient geothermal yang tinggi serta adanya clay swelling. Penciptaan base oil baru yang ramah lingkungan namun memiliki performances yang sepadan dengan solar sebagai base oil dalam Traditional OBM mungkin merupakan solusi yang tepat dalam menjawab pertanyaan kelemahan OBM dalam kerusakan lingkungan.